Mulai Berzakat

Beaguru Semangati Perjuangan Tenaga Pendidik di Alor

1
  •   Date :  July 25, 2019
  •   Reza Mardhani
  •   Editor Dyah Sulistiowati
  •   Viewers :  26

Mengabdi menjadi guru terkadang bukanlah sebuah jalan mudah. Terutama untuk guru-guru yang masih berstatus honorer dan mengabdi di pelosok Indonesia. Tantangan untuk terus memajukan pendidikan anak bangsa muncul. Misalnya saja, sulitnya akses menuju sekolah, fasilitas sekolah yang belum memadai, hingga minimnya pendapatan para guru.

Global Zakat-ACT mengapresiasi semangat para guru yang berjuang mencerdaskan anak bangsa di tepian negeri. Dari Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Global Zakat-ACT memberikan  beaguru kepada 13 guru pada Selasa (23/7) lalu. Apiko Joko Mulyono dari Tim Global Zakat-ACT menjelaskan, program beaguru bertujuan untuk menyokong kebutuhan guru berdedikasi di pelosok, sehingga terus bersemangat memberikan pendidikan yang terbaik bagi para siswanya.

“Kondisi guru di pelosok butuh perhatian kita semua, utamanya soal kesejahteraan guru. Atas dasar itulah kami mencoba mengapresiasi pengabdian mereka demi ikut mencerdaskan anak-anak bangsa. Beaguru ini diharapkan bisa membantu ekonomi mereka dan menyemangati mereka dalam mengajar anak-anak kita di tepian negeri,” jelas Apiko.

Para guru tersebut berasal dari empat sekolah yang berada di Pulau Alor, di antaranya adalah guru di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) An-Nur Dua, Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Darussalam Timu Abang, Madrasah Tsanawiyah (MTS) Babul Rahmat, dan Sekolah Dasar Negeri Fulangkai.

Apiko berharap beaguru yang diberikan dapat memotivasi para guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tepian negeri. Program beaguru sendiri merupakan bagian dari program Pendidikan Tepian Negeri yang diinisiasi oleh ACT. Selain pemberian beaguru, pembangunan pendidikan di tepian negeri juga diwujudkan dengan pembangunan sekolah dan pemberian beasiswa serta perlengkapan sekolah.

“Program beaguru ini adalah program baru dan pertama kali kita jalankan di Pulau Alor. Target kita nantinya ada 100 guru yang akan menerima beaguru dari Global Zakat-ACT selama beberapa bulan ke depan” ujar Apiko.

Abdullah Djahikada adalah salah satu penerima beaguru. Ia amat bersyukur mendapat bantuan tersebut. Selama ini, pendapatannya hanya dari mengajar. “Alhamdulillah, beaguru ini bisa mencukupi kebutuhan hidup kami. Kami berharap mudah-mudahan ini bisa berlanjut secara rutin. Sumber pendapatan kami dari dana BOS setiap triwulannya, dan kami gunakan untuk menghidupi keluarga kami,” kata Abdullah.

Program beaguru akan menyasar guru-guru di 19 sekolah yang pernah dibangun oleh Global Zakat-ACT di tepian negeri. “Alhamdulillah, sambutan para guru swasta maupun negeri menyatakan sangat terbantu dengan beaguru yang kami berikan kepada mereka. Tentu ke depannya program beaguru ini akan terus berlanjut dan bisa menjangkau lebih banyak lagi penerima manfaat, yaitu guru-guru yang masih berkekurangan secara ekonomi di rumah tangganya. Sehingga, ke depannya mereka bisa fokus mencerdaskan anak-anak bangsa di tepian negeri,” pungkas Apiko. []