Mulai Berzakat

Belasan Siswa Alor Tempuh Pendidikan di Jawa

1
  •   Date :  July 25, 2019
  •   Reza Mardhani
  •   Editor Dyah Sulistiowati
  •   Viewers :  111

Tangis haru mewarnai keberangkatan13 siswa Masdrasah Ibtidaiyah Swasta Timuabang, Pulau Pura, Alor, Nusa Tenggara Barat, Senin (22/7). Deru mesin pesawat serta tiupan angin kemarau yang kencang meredam isak tangis keluarga dan kerabat siswa itu.

Air mata haru itu menjadi pengiring keberangkatan 13 siswa ke tanah Jawa. Global Zakat-Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberangkatkan mereka untuk melanjutkan pendidikan Madrasah Tsanawiyah di Jawa. Tepatnya, sebanyak 10 siswa akan menjalani pendidikan di Pesantren Al-Fajar, Bojonegoro, Jawa Timur. Sementara 3 siswa lainnya akan terbang ke Jakarta untuk bersekolah di Fath Foundation.

Apiko Joko Mulyono dari tim Global Zakat-ACT mengatakan, siswa ini bakal menempuh pendidikan yang lebih baik dibandingkan di tanah kelahirannya. Di Jawa, siswa dari NTT akan mendapatkan pendidikan agama serta pendidikan umum.

“Setelah selesai pendidikan nanti, mereka dapat kembali pulang untuk memajukan tanah kelahiran mereka. Di Jawa, banyak ilmu yang dapat ditimba untuk kemudian diaplikasikan dan berkembang di NTT, khususnya di Alor ini,” jelas Apiko, Selasa (23/7).

Anak-anak yang baru lulus Madrasah Ibtidaiyah ini rata-rata berusia 9-10 tahun. Mereka berasal dari keluarga prasejahtera di Alor, namun memiliki kemampuan akademik yang baik dan semangat belajar tinggi. Dalam beberapa tahun ke depan, 13 siswa akan menempuh berbagai pendidikan umum dan keagamaan sebelum nantinya akan kembali ke tanah kelahiran mereka.

Siswa MIS Timuabang yang akan berangkat ke Bojonegoro, Alan Maulana Wahid, mengungkapkan rasa bahagianya karena akan menempuh pendidikan di Jawa. Ia berharap pendidikan di Jawa dapat membuatnya lebih baik, sebagai bekal kembali ke tanah kelahirannya di Alor. “Selesai sekolah nanti saya akan pulang kampung, menerapkan ilmu yang didapatkan di tanah kelahiran sendiri,” ungkapnya.

Program beasiswa untuk murid di tepian negeri telah bergulir sejak 2017. Hingga kini, total penerima beasiswa ini sebanyak 41 murid. Mereka umumnya siswa berprestasi namun prasejahtera, sehingga membutuhkan dukungan finansial untuk pendidikan mereka.

"Nah belasan siswa yang diberangkatkan ke Bojonegoro saat ini adalah angkatan ketiga. Selain ke Bojonegoro, sebagian siswa juga diberangkatkan ke Jakarta untuk menempuh pendidikan tinggi. dari Alor untuk belajar di Bojonegoro. Mereka terdiri atas tiga angkatan pendidikan," terang Apiko.

Ia berharap, siswa yang telah menempuh pendidikan di Jawa ini akan pulang lagi ke kampung halaman. Di NTT, siswa binaan ACT tersebut dapat membangun sumber daya manusia di NTT lebih baik.

Selain memberangkatkan siswa Alor ke Jawa, di Juli 2019 ini, Global Zakat-ACT juga memberikan beaguru ke guru yang mengajar di Alor, serta menerbangkan dua orang pendakwah dari Jawa ke Alor. Di Alor, pendakwah ini akan memberikan pendampingan keagamaan bagi masyarakat NTT. []