Mulai Berzakat

Menyapa Nenek Ihah yang Kini Sebatang Kara

Menyapa Nenek Ihah yang Kini Sebatang Kara
  •   Date :  June 21, 2019
  •   Rimayanti
  •   Editor
  •   Viewers :  241

ACTNews, TASIKMALAYA - Di Desa Sukaherang, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, ada seorang nenek berusia 66 tahun yang hidup sebatang kara dengan kondisi memprihatinkan. Ialah Nenek Ihah, sapaannya, yang sudah ditinggalkan suaminya sejak puluhan tahun silam. Nenek Ihah yang juga tidak memiliki anak harus berjuang sendirian dengan bekerja serabutan demi bertahan hidup.

Di tengah keterbatasannya, Nenek Ihah menghadapi ujian baru. Nenek Ihah menderita luka gores di mata kirinya saat sedang bekerja memanen padi di sawah. Hari ke hari, sejak kejadian, penglihatan Nenek Ihah semakin kabur, hingga kedua matanya benar-benar tidak bisa melihat. Nenek Ihah yang tadinya mampu bekerja pun kini hanya bisa mengandalkan uluran tangan dari orang lain.

Mendengar cerita Nenek Ihah, tim Mobile Social Rescue (MSR)-ACT Tasikmalaya pun berangkat mendatangi kediaman Nenek Ihah di Desa Sukaherang, Kamis (20/6). Tak hanya ingin menyaksikan langsung kondisi Nenek Ihah, kedatangan tim juga bertujuan untuk memberikan santunan kepada Nenek Ihah dan sejumlah warga Desa Sukaherang, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Fauzi dari Tim MSR-ACT Tasikmalaya mengungkapkan, Nenek Ihah memang tinggal sendirian di sebuah rumah yang berdindingkan anyaman bambu, itu pun sudah rapuh dan berlubang. Fauzi berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban sekaligus membahagiakan Nenek Ihah.

"Harapannya, semoga apa yang disampaikan kepada Nenek Nenek Ihah bermanfaat dan Nenek Nenek Ihah diberikan kesehatan kembali seperti sebelumnya,” pungkas Fauzi. []