Mulai Berzakat

Perjuangan Nurdin Lawan Komplikasi Penyakit di Tengah Keterbatasan Biaya

1
  •   Date :  June 27, 2019
  •   Eko Ramdani
  •   Editor Dyah Sulistiowati
  •   Viewers :  100

ACEH TIMUR – Nurdin (63) kini hanya bisa menikmati usianya dengan merebahkan diri di tempat tinggalnya di Dusun Bakti, Desa Seumali di Kecamatan Rantau Peureulak, Aceh Timur. Di kepalanya muncul benjolan yang membesar. Sedangkan tangan kanannya mengalami kelumpuhan.

Sejak beberapa tahun terakhir, kondisi kesehatan Nurdin menurun. Ia divonis mengalami tumor otak dengan benjolan di kepala bagian kirinya. Benjolan ini muncul setelah Nurdin mengalami kecelakaan lalu lintas beberapa tahun lalu. Sedangkan strok menambah parah kondisi tubuhnya hingga tangan kanannya tak bisa digerakan.

Tak ada pengobatan rutin yang Nurdin jalani. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat Nurdin tidak melakukan pengobatan secara rutin. Nurdin pernah menjalani tiga kali operasi, terakhir pada tahun 2015 silam. Setelahnya tak ada kelanjutan akibat biaya yang tak mampu dipenuhi.

Mengetahui kondisi Nurdin yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial, Aksi Cepat Tanggap (ACT) melalui program Mobile Social Rescue melakukan pendampingan medis terhadap Nurdin dan istrinya, Faridah Ismail, yang mengalami diabetes dengan luka di kaki. Pendampingan ini telah dilakukan sejak awal Januari 2019 lalu.

 

Nasrul Hadi dari tim MSR Aceh Timur mengatakan, hingga kini MSR terus melakukan pendampingan kepada suami-istri yang bertahun-tahun mengalami sakit ini. “Kini secara rutin di Aceh Pak Nurdin dan istrinya menjalani pemeriksaan rutin ke fasilitas kesehatan terdekat sambil terus dipantau oleh tim MSR,” ungkap Nasrul saat menyambangi kediaman Nardin, Ahad (23/6).

Sebelumnya, Nurdin dan istrinya tinggal di Batam, di sana mereka merantau. Saat pendampingan awal, tim dari ACT Kepulauan Riau yang melakukan asesmen hingga pendampingan di bulan Maret. Namun, pada Maret itu juga Nurdin dan istrinya memilih kembali ke kampung halamannya di Aceh Timur karena menimbang kondisi kesehatan mereka. “Saat kembali ke Aceh pun tim dari Kepri terus mendampingi hingga memastikan Pak Nurdin tiba di kampung halaman,” tambah Nasrul.

Kini, pengobatan lanjutan dilakukan di Aceh Timur dengan terus mendapat pendampingan dari ACT Kepri dan Masyarakat Relawan Indonesia Aceh Timur. Sejak pertengahan Maret lalu, ACT melakukan penggalangan donasi secara daring melalui Kitabisa.com. Dana ini yang pada akhir pekan lalu diserahterimakan untuk kelanjutan pengobatan Nurdin dan istrinya.

Selain pendampingan pengobatan, tim MSR-ACT juga memberikan paket sembako kepada Nurdin dan keluarganya. Paket ini akan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari keluarga Nurdin yang kondisi ekonominya masih dalam tahap prasejahtera.[]