Mulai Berzakat

Ratusan Paket Idulfitri untuk Penjaga Negeri di Kepri

1
  •   Date :  June 13, 2019
  •   Eko Ramdani
  •   Editor Dyah Sulistiowati
  •   Viewers :  76

ACTNews, BATAM – Suasana khas markas Tentara Nasional Indonesia (TNI) terasa saat tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengunjungi markas prajurit Marinir Ksatrian Batalyon Infantri-10/SBY Batam di Kepulauan Riau. Terlihat para prajurit yang mengenakan seragam kebanggaan loreng hijau gelap, hilir-mudik di dalam lokasi. Tempat ini merupakan salah satu markas para penjaga negeri di perbatasan Indonesia untuk terus menjaga kedaulatan.

Kini takbir telah menggema, namun kenangan saat tim ACT singgah di markas Marinir itu masih membekas hingga hari raya tiba. Senin (3/6) lalu, ACT dengan membawa 100 paket Idulfitri hadir di sana. Membawakan kebahagiaan untuk para penjaga negeri yang rela mengurangi waktu bersama keluarga untuk terus menjaga perbatasan Indonesia.

Intan Komalasari dari tim ACT Kepulauan Riau mengatakan, di markas prajurit Marinir Ksatrian Batalyon Infantri-10/SBY Batam itu, ACT menyerahterimakan paket pangan untuk Idulfitri kepada 100 prajurit Marinir. Paket ini sebagai salah satu apresiasi ACT kepada para penjaga negeri yang tak mengenal waktu mengawal perbatasan. “Paket ini merupakan paket khusus bagi tentara atau masyarakat yang tinggal di perbatasan negara, seperti di Kepri ini yang berbatasan langsung dengan perairan Singapura dan Malaysia,” jelasnya.

Perlu diketahui, Kepulauan Riau menjadi salah satu daerah perbatasan yang sangat dekat dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Kepri juga berbatasan langsung dengan perairan Cina Selatan yang mencakup beberapa negara. Maka dari itu, penjagaan ketat perlu dilakukan di perbatasan negara, mengingat Indonesia memiliki wilayah yang cukup luas.

Selain paket pangan untuk penjaga negeri, di Kepri, ACT juga mengirimkan Kapal Ramadhan Anambas. Kapal yang telah berlabuh pada Sabtu (25/5) lalu itu membawa 1.500 paket pangan yang dibagikan kepada masyarakat yang tinggal di Kabupaten Kepulauan Anambas. Kabupaten termuda di Kepri itu merupakan salah satu pulau terluar yang dimiliki Indonesia.

Berangkat dari Jakarta, Kapal Ramadhan Anambas berlayar lebih kurang empat hari tiga malam untuk kemudian melabuh di pelabuhan yang ada di Pulau Matak. Setelahnya distribusi dilakukan kepada masyarakat prasejahtera yang menghuni berbagai pulau di Anambas. []